PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik

Jumat, 30 November 2012

Kubaca Wajahmu

  
Kubaca wajahmu perlahan

Di sana, mengalirlah alunan yang sering disebut cinta

Kau tegakkan tiang cinta melalui airmata yang berurai


Seulas senyum tersungging, menambah maraknya ekspresi cinta

Meluluh dalam hati yang lembut


Kubaca wajahmu lagi
Kali ini bukan cinta, tapi
kemarahan Yang meledak menggosongkan airmata

Memanaskan gumpalan
darah yang lama mengendap

Namun dalam diam, masih kau rasakan sensasinya menggeliat dalam hati

Meski wajahmu terbaca jelas
Selalu saja kau layarkan wajah lembut

Kubaca wajahmu selalu
Garis-garis kelelahan mulai
terukir, berhenti pada satu titik dimana Seluruh hati akan haru memandangnya

Dalam mata yang terpejam, kau masih sunggingkan senyum

Kau tebarkan ke setiap orang terkasih

Sungguh hebat kau kulum rahasia- rahasia

Tak lelah menelan sendiri setiap kecipak rasa

Dan semua itu mengental jelas diwajahmu

0 komentar:

Posting Komentar