Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Diam... Apa yang ada dibenakmu...?? Tak satupun mampu menebaknya tak satupun mampu menulisksnnya.

Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Diam.. dan hanya hati yang bicara dan hanya hati yang berguman berteriak dan menangis dan hanya hati yang pilu gembira atau ingin melompat kegirangan.

Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Diam.. beribu bahasa kau simpan disana dan tak ingin berbagi dengan sapa sapa ramah yang mengamati.

Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

Dalam hangatnya sang bagaskara samudera luas membentang antara hongkong dan makau perjalanan indah dengan sepoi angin laut yang membelai .

Kemuning Dilarik Langit Lembayungsenja

sekuntum mawar digenggaman duri melindungi kala tersentuh yang tak nyaman begitu jua hatiku akan menusuk sembilu kala dikhianati.

PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik

Sabtu, 01 Desember 2012

Bodoh Memaknai Cinta

                                                         
Ingin kemudian ku rangkai kata
Namun tinta penaku t'lah luruh mengering bersama duka
Ingin ku lukiskan berjuta indah kejora
Namun kanvasku telah luruh lebur dalam air mata
Lelah sudah aku mencari
Merintih dan tertatih dalam jejak langkah
Mengayuh sebuah biduk rapuh
Dalam pengembaraan sunyi
Sebuah sepi yang tiada pernah henti

Aku hanya ingin sebuah kata saja

Yang terlontar disuatu saat
Namun bila kemudian kelu yang terdengar

Diam seribu bahasa...

Dalam sekian masa... Sesungguhnya yang terjadi adalah aku sedang membunuh rasa

Yang ingin ku tenggelamkan jauh- jauh

Dan ku kuburkan dilapisan lava terdalam

Maka kelu itu adalah sebuah pertempuran yang tak pernah aku menangkan...


Dan bila kemudian suatu saat

Akhirnya ada kata terucap
Bukan sebuah pemuasan atas ingin yang begitu menggejolak

Sebab itu adalah wujud lain dari pembunuhan ego

Yang mencoba bersembunyi dalam pendaman hati yang terdalam
Namun terkadang meluap diam- diam

Entah dalam bentuk ekspresi apa

Adakah sebuah bodoh... Dalam pencarian jalan, merekatkan sebuah asa dilautan badai?

Aku menaruh awamku begitu saja

Dalam lautan asa yang debur gelombangnya begitu menggelora
Buih-buih pesonanya yang timbul tenggelam Terhempas Dan memagnet dahsyat..
Menggiringku ke sebuah pusaran
Atas nama cinta
Aku ingin mencintaiMU sepenuhnya
Sedalam hati yang tak pernah terselami Atau setinggi ego...

Yang tak pernah terukur selalu meninggi

Sejak aku mengenal rasa itu Ia terus hadir
Dalam setiap detik perjalanan hidup
Perpaduan emosi dan kenyataan
Ketika setiap hal yang dilakukan harus karena cinta kepadaNYA

Ah, namun kemudian aku masih bodoh memaknai cinta

Aku hanya sebutir debu nebula
Yang bermimpi menggapai kejora

Namun adakah diriku salah...

Ketika aku mendamba sangat...
Untuk dapat berdekatan selalu
Mendekap hangat dan berbincang dekat
Mengisi malam berduaan saja Menghabiskan sisa malam menjelang Shubuh tiba Bercengkrama...


Menaruh sebuah harapan... Memohonkan asa...

Negeri Kedamaian

                                                 
Bahagialah aku, berada dalam mutiara hati
Hingga terlecut badai kehidupan
Bak ombak terhempas aku melesat

Rahasia lautan, Ku ungkap dengan gelegar
Bak awan lunglai dipantai
Aku tertidur...
Lama aku mendengkur
Semerbak mawar membuatku terjaga

Kembali ku kumpulkan repihan jiwaku yang tlah pecah
Ku cari jiwa dilautan
Ku temukan batu karang disana
Dibawah buih
Bagiku terhampar sebuah samudera
Dalam kelamnya hati
Sepanjang lorong sempit

Aku meraba...
dan inilah misbah itu
Yang bertatahkan cahaya
Duhai, sebuah negeri kedamaian

Dalam Duka Lara

 Jadi diri sendiri itu pilihan terbaik 
daripada berusaha menjadi yang terbaik seperti orang lain.   




            
Dalam duka lara
yang diderita demiMu
Luka-luka itu
mencium bau penawarnya

Kenangan tentangMu menghibur jiwa para pecinta
Beribu-ribu di tiap sudut
Mengharap sekilas lirikanMu
Berteriak bagaikan Musa,

"Ya Rabb, tunjukkanlah diriMu padaku!"
Ku lihat beribu pecinta tersesat dalam gurun kesedihan
Mengembara tanpa tujuan dan berkata penuh harapan,
"Ya Rabb! Ya Rabb!"

Ku lihat dada-dada hangus karena perpisahan denganMu yang membakar
Ku lihat mata-mata basah dalam derita cinta
Sambil menari dalam lorong
rasa bersalah dan kecaman
Para kekasihMu berteriak,

"Kemiskinan adalah sumber kebanggaanku!"

KANVAS CINTAKU

                                                      
Aku pernah rasakan, apa yg kau rasakan
Siapa yg menghindar, datangnya bahagia
Kan menahan badai agar tak hilang
Dimana asmara tak dapat menimpanya
Dan air tercurah ditengan kabut yang mencari jalan

»Apakah kau dapat mengerti?
»Dan apa yang kau telah pancarkan?
Kenalkah kau akan sunyi yang jalan nya berawan
Semuanya ditelan khayalan yang membisu dan mencekam

Hidup adalah bayangbayang selintas
Sesaat lalu lalang akhirnya lenyap
Yh, kemana tahun berlalu
Lepas dari galam gemuntang kesunyian
Telah kudengar bisikan hati
Suatu gerak semangat yang terdesak
Dalam gelap menggigil gemetar
Dan dia yang menjadikan tawa dan tangis

Wahai dewi malam sepi dan hening
Langit dan sejuta bintang membeku

»APAKAH CINTAKU, telah tertangguh?

Kubaringkan diri, ke kanvas semesta dengan pasrah..

JANGAN MUNDUR SAUDARAKU..!!

                                             
Menjelang senja di batas subuh
Seorang gadis berjilbab merangkul senjata
Menyusuri lorong-lorong malam
Langkahi serakan mayat saudaranya,,
yang tertembus butiran timah putih soreh tadi
Kala jiwa raganya melawan napsu serakah
Oleh kebiadaban Amerika.. Oleh kejahatan rudal jahanam..
Oleh kekejaman moral manusia berhati binatang

JANGAN MUNDUR SAUDARAKU..!!

Kobarkan selalu semangat jihadmu
Junjung tinggi keluhuran negeri Sadam Husseinmu
Bibir-bibir dunia tak akan pernah berhenti,,
menuju keagungan langkahmu

FISABILILLAH..!­
Merah darah telah kau persembahkan
Saksi syahidmu di mata TUHAN
Demi agama..
Demi bangsa..
Demi kehormatan..
Biar mereka tertawa
Demi harta..
Demi gengsi..
Demi kepuasan napsu binatang belaka
Sungguh penyesalan sepanjang masa

Mentari Pagi

                                                           
Memandang langit nan indah menikmati cipta'an sang Maha Pemurah
ucapan syukur menghias lidah berharap kan bisa selalu terarah
terik mentari di pagi hari menghibur jiwa yang sunyi, cahaya- nya semerbak menyinari hati berusaha temukan cinta...